Panduan Member APEPI

Iklan









Panduan Member APEPI

Penerapan PTKP Sesuai PMK No. 101/PMK 010/2016



penerapan ptkp MK 101PMK 010 2016

Penerapan PTKP Baru Sesuai Dengan PMK Nomor 101/PMK 010/2016

Untuk mengetahui bagaimana penerapan peraturan menteri keuangan/ PMK no. 101/PMK.010/2016 ini, maka kita akan menggunakan ilustrasi contoh sebagai berikut:

  • PTKP Bapak Susilo tahun 2015 adalah dengan status kawin anak 1 (satu)
  • Tanggal 1 februari tahun 2016 istri tuan susilo melahirkan anak laki-laki sehingga Bapak Susilo mulai 1 februari 2016 memiliki 2 (dua) anak
  • PTKP Bapak Aditya tahun pajak 2016 adalah tetap status kawin anak 1 (satu)

 

Penerapan PTKP Tahun 2016 untuk 1 tahun adalah sebagai berikut :

1. PTKP untuk laki-laki tidak kawin dan wanita (kawin / tidak kawin)

Tk/0 = 54.000.000             tk/2 = 63.000.000

Tk/1 = 58.500.000             tk/3 = 67.500.000

Keterangan:

  • Status wanita meskipun sudah kawin tetap mempunyai PTKP tidak kawin kecuali dapat membuktikan bahwa suami tidak bekerja (dari instansi terkait/kelurahan)
  • Tk/0: tidak kawin tidak ada tanggungan PTKP sebesar 54.000.000
  • Tk/1: tidak kawin memiliki 1 (satu) tanggungan PTKP sebesar 58.500.000 (54.000.000 + 4.500.000)
  • Tk/2: tidak kawin memiliki 2 (dua) tanggungan PTKP sebesar 63.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
  • Tk/3: tidak kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan PTKP = 67.500.000 (54.000.000+4.500.000+4.500.000+ 4.500.000)

 

2. PTKP untuk laki-laki kawin istri tidak bekerja / tidak usaha

K/0 = Rp 58.500.000          k/2 = Rp 67.500.000

K/1 = Rp 63.000.000          k/3 = Rp 72.000.000

Keterangan (istri tidak bekerja):

  • K/0: kawin tidak ada tanggungan 58.500.000 (54.000.000 + 4.500.000)
  • K/1: kawin memiliki 1 (satu) tanggungan 63.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
  • K/2: kawin memiliki 2 (dua) tanggungan 67.500.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
  • K/3: kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan 72.000.000 (54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

 

3. PTKP untuk laki-laki kawin istri bekerja / usaha

K/i/0 = Rp 112.500.000     k/i/2 = Rp 121.500.000

K/i/1 = Rp 117.000.000     k/i/3 = Rp 126.000.000

Keterangan (istri bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja atau usaha):

  • PTKP untuk istri yang bekerja pada satu pemberi kerja tidak digabung dengan suami, yang digabung dengan PTKP suami hanya yang bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja dan/atau istri yang memiliki usaha (penghasilan digabung dengan penghasilan suami)
  • K/i/0 = kawin istri bekerja/usaha tidak ada tanggungan 112.500.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000)
  • K/i/1 = kawin istri bekerja atau usaha memiliki 1 (satu) tanggungan 117.000.000 (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
  • K/i/2 = kawin istri bekerja atau usaha memiliki 2 (dua) tanggungan 121.500.000 (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)
  • K/i/3 = kawin istri bekerja atau usaha memiliki 3 (tiga) tanggungan 126.000.000 (54.000.000 + 54.000.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

​​​​​​​

4. PTKP atas warisan

Penghasilan yang didapatkan dari warisan yang belum terbagi pada dasarnya merupakan hak dan dapat dibagikan kepada para ahli waris yang berhak, serta penghasilan tersebut harus digabungkan dengan penghasilan lainnya yang diterima atau didapatkan oleh masing-masing ahli waris.

Maka dalam melakukan perhitungan penghasilan kena pajak (PKP) masing-masing ahli waris telah memperoleh pengurangan berupa PTKP, sehingga dalam menghitung PKP atas penghasilan yang berasal dari warisan yang belum terbagi tidak diberikan pengurangan berupa PTKP.



Dokumen :






Iklan
  • 2643 title=
  • 2643 title=
  • 2643 title=
Iklan
  • 2643
  • 2643
  • 2643