Panduan Member APEPI

Iklan









Panduan Member APEPI

PPH Pasal 25 (Pajak Penghasilan Badan PPH 25)



pph pasal 25 pajak penghasilan

PPH Pasal 25

Apakah anda mengetahui cara perhitungan dan cara pelaporan PPH 25 badan (pajak penghasilan)? Berapa tarif dari PPH 25 badan? Kali ini, tim edukasi apepi akan membahas PPH pasal 25 khusus untuk badan, bukan pribadi. Pajak penghasilan pasal 25 adalah pembayaran pajak penghasilan dengan sistem pembayaran angsuran. Tujuannya adalah untuk meringankan beban wajib pajak dalam pembayaran pajak tahunannya. Mengingat pajak yang terutang untuk wajib pajak baik badan usaha maupun wajib pajak orang pribadi harus dilunasi dalam jangka waktu satu tahun. Batas waktu pembayaran PPH pasal 25 adalah paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dari masa pajak yang akan dibayarkan. Contohnya, jika wajib pajak badan usaha akan membayarkan PPH pasal 25 untuk masa pajak April, maka batas paling lambat pembayaran tersebut adalah tgl 15 pada bulan berikutnya (15 Mei). Namun, apabila wajib pajak terlambat dalam melakukan pembayaran maka wajib pajak tersebut akan dikenakan sanksi bunga sebesar 2% per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran. 

Wajib pajak badan usaha yang memiliki pendapatan bruto sampai dengan Rp 4,8 miliar per tahun, akan dikenakan tarif pajak PPH final yaitu PPH pasal 4 ayat 2 dengan perhitungan pajak 1% dikalikan dengan seluruh pendapatan bruto wajib pajak hasil dari usahanya tersebut.

Wajib pajak badan usaha yang memiliki peredaran bruto lebih dari Rp 50 miliar per tahun, besarnya tarif pajak penghasilan PPH akan dikenakan tarif tunggal 25% dikalikan dengan laba bersih sebelum pajak.

Wajib pajak badan usaha yang memiliki pendapatan bruto antara Rp 4,8 miliar sampai dengan Rp50 miliar per tahun, akan dikenakan 2 tarif yaitu:

  • Tarif 12,5% untuk pajak penghasilan yang mendapatkan fasilitas
  • Tarif 25% untuk pajak penghasilan yang tidak mendapatkan fasilitas

Mengenai PPH pasal 25 wajib pajak badan usaha, mari bahas sedikit mengenai perhitungannya dengan membahas 1 kasus. CV. “ABC” adalah CV. yang bergerak di bidang garment dengan memproduksi pakaian pria wanita dari kids sampai dewasa, dalam penjualannya tersebut CV. “ABC” memasukannya kepada swalayan swalayan besar serta membuka konter sendiri di beberapa mall. Selain itu juga, CV. “ABC” ada melakukan penjualannya ke luar negeri yaitu ke dubai dan jepang (export).

 

Adapun data-data yang dimiliki oleh CV. “ABC” (mengacu pada tahun pajak 2016) yaitu:

Data-data

Biaya/harga (Rp)

Penjualan lokal

53.342.650.000,00

Penjualan export

16.275.000.000,00

Persediaan awal bahan baku

1.007.955.828,00

Pembelian bersih bahan baku

43.357.189.324,62

Pembelian bahan baku pembantu

4.057.482.493,84

Persediaan akhir bahan baku + pembantu

2.103.620.300,00

Biaya produksi tidak langsung:

 

Biaya upah pegawai produksi

2.356.835.400,00

Biaya THR pegawai produksi

218.800.000,00

Biaya jasa makloon

4.275.570.747,00

Biaya listrik

6.988.218,00

Biaya veRpacking

72.202.863,00

Biaya penyusutan gedung

23.733.145,30

Biaya penyusutan mesin

136.608,33

Biaya produksi tidak langsung lainnya

17.898.850,00

Persediaan awal barang jadi

11.811.947.860,00

Persediaan akhir barang jadi

17.214.649.009,50

Biaya sewa dan lainnya yang dikenakan PPH final

1.037.564.950,00

Biaya sewa dan lainnya yang dikenakan PPH tidak final

112.942.700,00

Biaya pengiriman barang penjualan

90.037.100,00

Biaya ekspedisi

1.020.080.459,00

Biaya endorsement

41.710.900,00

Biaya iklan

12.129.000,00

Biaya promosi

38.167.000,00

Biaya operasional & penjualan lainnya

6.730.200,00

Biaya penyusutan inventaris kantor

35.352.000,00

Biaya gaji pegawai spg/ spb

14.228.899.400,00

Biaya THR pegawai spg/ spb

950.668.800,00

Biaya telepon

38.458.941,00

Biaya telepon pegawai

7.425.000,00

Biaya pengiriman dokumen

7.294.570,00 

Biaya gaji pegawai administrasi

2.427.355.387,20

Biaya THR pegawai administrasi

264.302.500,00

Biaya jasa konsultasi

75.000.000,00

Biaya pemeliharaan inventaris kantor

1.255.000,00

Biaya alat tulis

106.671.100,00

Biaya perijinan dan pajak

5.261.790,00

Biaya pemeliharaan mesin dan inventaris kantor

8.669.965,00

Biaya administrasi dan umum lainnya

18.563.324,00

Pendapatan lain-lain

25.261.844,13

Beban lain-lain

285.923.426,73

PPH 25 angsuran yang telah dibayar

168.982.456,00

Dari data yang telah diperoleh diatas mengenai CV. “ABC” maka mari hitung angsuran PPH pasal 25 yang harus diangsur oleh CV. “ABC” pada tahun Mei 2017 sampai dengan April 2018 yang nantinya akan digunakan dalam perhitungan pajak tahun 2017 sebagai pengurang.

 

Penjualan bersih = penjualan lokal + penjualan export

Penjualan bersih = Rp 53.342.650.000 + Rp 16.275.000.000 = Rp 69.617.650.000

 

Harga pokok penjualan (HPP) = persediaan awal bahan baku + pembelian – persediaan akhir bahan baku

Harga pokok penjualan = Rp 1.007.955.828 + (Rp 43.357.189.324,62 + Rp 4.057.482.493,84) – Rp 2.103.620.300 = Rp 46.319.007.346

 

Total biaya produksi tidak langsung = Rp 6.972.165.831,63

Data-data

Biaya/harga (Rp)

Biaya upah pegawai produksi

2.356.835.400,00

Biaya THR pegawai produksi

218.800.000,00

Biaya jasa makloon

4.275.570.747,00

Biaya listrik

6.988.218,00

Biaya veRpacking

72.202.863,00

Biaya penyusutan gedung

23.733.145,30

Biaya penyusutan mesin

136.608,33

Biaya produksi tidak langsung lainnya

17.898.850,00

Harga pokok produksi = pemakaian bahan baku + biaya produksi tidak langsung

Harga pokok produksi = Rp 46.319.007.346,46 + Rp 6.972.165.831,63 = Rp 53.291.173.178,09

 

Harga pokok penjualan (HPP) = Rp 47.888.472.028,59

 

Laba kotor = penjualan bersih – HPP

Laba kotor = Rp 69.617.650.000 – Rp 47.888.472.028,59 = Rp 21.729.177.971,41

 

Biaya administrasi dan umum = Rp 20.534.540.086,20

Data-data

Biaya/harga (Rp)

Biaya sewa dan lainnya yang dikenakan PPH final

1.037.564.950,00

Biaya sewa dan lainnya yang dikenakan PPH tidak final

112.942.700,00

Biaya pengiriman barang penjualan

90.037.100,00

Biaya ekspedisi

1.020.080.459,00

Biaya endorsement

41.710.900,00

Biaya iklan

12.129.000,00

Biaya promosi

38.167.000,00

Biaya operasional & penjualan lainnya

6.730.200,00

Biaya penyusutan inventaris kantor

35.352.000,00

Biaya gaji pegawai spg/ spb

14.228.899.400,00

Biaya THR pegawai spg/ spb

950.668.800,00

Biaya telepon

38.458.941,00

Biaya telepon pegawai

7.425.000,00

Biaya pengiriman dokumen

7.294.570,00 

Biaya gaji pegawai administrasi

2.427.355.387,20

Biaya THR pegawai administrasi

264.302.500,00

Biaya jasa konsultasi

75.000.000,00

Biaya pemeliharaan inventaris kantor

1.255.000,00

Biaya alat tulis

106.671.100,00

Biaya perijinan dan pajak

5.261.790,00

Biaya pemeliharaan mesin dan inventaris kantor

8.669.965,00

Biaya administrasi dan umum lainnya

18.563.324,00

Laba rugi operasi = laba kotor – biaya

Laba rugi operasi = Rp 21.729.177.971,41 – Rp 20.534.540.086,20 = Rp 1.194.637.885,21

 

Laba rugi sebelum koreksi fiskal = laba rugi operasi + pendapatan lain lain – biaya lain lain

Laba rugi sebelum koreksi fiskal = Rp 1.194.637.885,21 + Rp 25.261.844,13 – Rp 285.923.426,73 = Rp 933.976.302,61

Koreksi fiskal = biaya telepon pegawai (50%)

Koreksi fiskal = 50% x Rp 7.425.000 = Rp 3.712.500

 

Laba rugi sebelum pajak = Rp 933.976.302,61 + Rp 3.712.500 = Rp 937.688.802,61 à dibulatkan menjadi 937.688.000 

Dikarenakan penghasilan CV. “ABC” dalam setahun lebih dari Rp50 miliar, maka perhitungannya adalah menggunakan tarif 25%. Tarif = Rp 937.688.000 x 25% = Rp 234.422.000

 

PPH pasal 29 = Rp234.422.000 – Rp168.982.456 (angsuran PPH 25) = Rp65.439.544

 

Angsuran PPH pasal 25 = Rp 234.422.000 : 12 bulan = Rp 19.535.166,67 (dibulatkan menjadi Rp 19.535.000)

 

Kesimpulan:

CV. “ABC” pada pelaporan pajak tahunan tahun pajak 2016, dengan diperolehnya data-data diatas, maka CV. “ABC” memiliki kurang bayar sebesar Rp439.544 yang harus dibayarkan sebelum pelaporan spt tahun 2016 ini dilaporkan (akhir April tahun berikutnya, jika tidak adanya penundaan).

Dari perhitungan diatas CV. “ABC” diketahui PPH pasal 25 atas angsuran sejak berakhirnya pelaporan ini adalah sebesar Rp535.000 per bulan. Angsuran ini nantinya akan menjadi pengurang untuk kurang bayar pada pelaporan spt tahun selanjutnya, dan untuk meringankan pembayaran pajak CV. “ABC”.

 

Memahami perhitungan PPH 25 Badan

Anda perlu memahami sedetail mungkin dalam perhitungan untuk PPH 25 badan. Pelajari kembali cara menghitung dan langkah-langkah yang sudah kami bahas sebelumnya. Jadilah warga negara indonesia yang taat pajak agar tercapainya kebermanfaatan bagi rakyat indonesia.



Dokumen :






Iklan
  • 2643 title=
  • 2643 title=
  • 2643 title=
Iklan
  • 2643
  • 2643
  • 2643