Panduan Member APEPI

Iklan









Panduan Member APEPI

Mengenal Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)



mengenal ptkp penghasilan tidak kena pajak

Apa Yang Dimaksud Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ?

Seringkali kita mendengar banyak kasus dimana orang malas berurusan dengan pajak. Mereka merasa segala hal yang berkaitan dengan pajak itu merepotkan. Salah satu alasan banyak orang enggan berurusan dengan pajak adalah takut apabila datang ke kantor pajak, mereka diminta membayar pajak dalam jumlah yang sangat besar. Namun, tidak selamanya seperti itu.

Salah satu contohnya adalah pajak penghasilan. Di dalam pajak penghasilan, ada istilah yang disebut penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Bagi anda yang masuk dalam kategori PTKP ini atau dengan kata lain gaji atau penghasilan seseorang dalam 1 tahun tidak melebihi batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP), maka wajib pajak tersebut tidak wajib untuk membayar pajak penghasilan.

 

Penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

Mengutip dari pasal 6 ayat 3 undang-undang PPH, tercantum kalimat kepada orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri diberikan pengurangan berupa penghasilan tidak kena pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 7. (UU no 10 tahun 1994). Dalam artian, dalam menghitung laba kena pajak wajib pajak orang pribadi dalam negeri, kepadanya diberikan pengurangan berupa penghasilan tidak kena pajak (PTKP) berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7.

Dari sini kita mengetahui bahwa penghasilan tidak kena pajak (PTKP) pada dasarnya merupakan pengurang penghasilan netto bagi wajib pajak orang pribadi dalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak (PKP). PTKP sendiri ditentukan berdasarkan keadaan pada 1 januari tahun pajak yang bersangkutan.

 

Pembagian PTKP

Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dibedakan antara wajib pajak kawin dan yang tidak kawin. Sesuai dengan aturan peraturan menteri keuangan (PMK) nomor 101/PMK.010/2016 besaran PTKP untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut:

  • Rp 54.000.000 untuk diri wajib pajak orang pribadi
  • Rp 4.500.000 untuk tambahan wajib pajak yang kawin
  • Rp 54.000.000 tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) UU PPH
  • Rp 4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 (tiga) orang setiap keluarga

 

Maksud dari keluarga sedarah adalah yang masih garis keturunan lurus satu derajat yaitu ayah, ibu, dan anak. Untuk hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan ke samping satu derajat yaitu saudara kandung. Sedangkan yang dimaksud dengan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat yaitu mertua dan anak tiri, dan hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah ipar.

Jadi anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya adalah orang tua, mertua, anak kandung, atau anak angkat berhak mendapatkan PTKP maksimal 3 orang untuk setiap keluarga. Sedangkan yang dimaksud dengan menjadi tanggungan sepenuhnya adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh wajib pajak.

Pengertian menjadi tanggungan sepenuhnya menurut undang-undang pajak penghasilan (UU PPH) berdasarkan keadaan yang dapat terlihat dari keadaan yang nyata yaitu:

  • Tinggal bersama-sama dengan wajib pajak
  • Nampak secara nyata tidak mempunyai penghasilan sendiri
  • Tidak pula turut dibantu oleh lain-lain anggota keluarga atau oleh orang tuanya sendiri

Sedangkan apabila wajib pajak hanya sekedar menyumbang, memberikan bantuan, bertanggung jawab dan sebagainya, maka tidak termasuk dalam menjadi tanggungan sepenuhnya.



Dokumen :




0 Komentar








    Iklan
    • 2643 title=
    • 2643 title=
    • 2643 title=
    Iklan
    • 2643
    • 2643
    • 2643